Loading..

News

05-Jan-2022 5 Most Expensive Coffee in the World
Berita

5 Most Expensive Coffee in the World

1. Black Ivory Coffee The top order of the most expensive coffee in the world comes from Thailand. This type of Black Ivory Coffee uses Arabica coffee. This type of coffee comes from Thailand. This type of coffee is known to cost more than USD 500 per pound or more than IDR 7.3 million. 2. Finca El Injerto Coffee Then in second place is Finca El Injerto Coffee. This coffee is made from small, rich and rare beans. Like the previous Thai coffee, this type of coffee has a price of up to USD 500 per pound or around Rp. 7.3 million. 3. Hacienda La Esmeralda Coffee It is said that this coffee has won many awards. This type of Hacienda La Esmeralda Coffee is grown in Panama, precisely on the side of Mt. Just in the shade of a guava tree. If you want to buy this coffee, the money that needs to be spent can reach USD 350 per pound or IDR 5.1 million. 4. Indonesian Civet Coffee one type of Indonesian coffee that is included in the row of the most expensive coffee in the world, namely Kopi Luwak. The quality coffee beans previously eaten by the civet undergo a digestive process in its stomach. The process takes approximately up to 24 hours. If sold, this civet coffee turns out to be able to penetrate the price of up to USD 160 per pound, or around Rp. 2.34 million. 5. Saint Helena Coffee In the top five positions are filled by a coffee called Saint Helena Coffee. As the name suggests, this coffee is grown on the Island of St. Helena. The area is indeed famous for its coffee bean cultivation which can only grow in that area. Meanwhile, buyers who want to try this coffee have to spend up to USD 79 per pound or around IDR 1.15 million. Source: https://www.liputan6.com/bisnis/read/4851188/5-kopi-termahal-di-dunia-salah-only-dari-indonesia-ingin-tahu

Read More ..
27-Dec-2021 Why Is There More Robusta Coffee Than Arabica?
Berita

Why Is There More Robusta Coffee Than Arabica?

There are two types of Indonesian coffee that are most commonly consumed, namely Robusta and Arabica. According to the Chairman of the Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI) Daryanto Witarsa, more robusta coffee is produced than arabica coffee. "70-80 percent is robusta and not special coffee. It is commercial coffee used for instant coffee," said Daryanto at the SCAI COE Press Conference event at Journey To The South, Kemang on Wednesday (12/22/2021). Daryanto said, Robusta and Arabica coffees have different markets and prices. Robusta is widely used to make instant coffee, while arabica is often found as specialty coffee in coffee shops. "If arabica follows the price of New York, robusta follows the price of London. So the price is very different," said Daryanto. In addition to different uses and prices, the amount of production of this type of coffee is also influenced by the place or location. Daryanto said that he needed highlands to grow good quality Arabica coffee. "The highlands must have more arabica coffee, the lowlands have a lot of robusta," said Daryanto. According to him, arabica coffee seeds can be planted at an altitude of 1200-1300 meters above sea level, while robusta can be produced on land at an altitude of 600-800 meters above sea level. "So we really have to look for very high mountains, now with low productivity in Indonesia, not just coffee," said Daryanto. High mountains are found in Java, while according to Daryanto, Sumatra, such as South Sumatra, Lampung, and Palembang, do not have many high mountains, so the coffee production produced is mostly robusta. Daryanto said he was in discussion with the relevant departments to resolve the difference in the number of coffees. "Indeed, from the Ministry of Agriculture, they have a program of planting 10 million seeds throughout Indonesia, but this depends on the land and others," he said Meanwhile, he and his colleagues are currently initiating the first international coffee competition in Asia, the Cup of Excellence (COE) to increase the production and export of Arabica coffee. good, the international competition is an opportunity to increase the quantity and quality of arabica coffee. "If we increase the quality, the commercial ones will automatically increase and can create a good ecosystem," he explained. source : https://www.kompas.com/food/read/2021/12/23/180600275/mengapa-jumlah-kopi-robusta-lebih-banyak-dibandingkan-arabika-

Read More ..
22-Dec-2021 Luncurkan Aplikasi Bekafe di Hannover Messe, Bepahkupi Distribus
Berita

Luncurkan Aplikasi Bekafe di Hannover Messe, Bepahkupi Distribus

Bepahkupi, startup besutan mahasiswa Universitas Bakrie meluncurkan aplikasi Bekafe yang memudahkan pecinta kopi di seluruh dunia untuk mendapatkan kopi langsung dari petani Indonesia dalam sekali klik, di ajang Hannover Messe, pada 12 – 16 April 2021. “Aplikasi Bekafe akan memudahkan pertanian kopi Indonesia untuk masuk ke pasar internasional, dan juga mendorong terciptanya ekosistem pertanian kopi yang go global, serta mendukung fair trade guna terciptanya kesejahteraan petani kopi Indonesia,” ujar CEO Bepahkupi, Maulana Wiga rilis yang diterima Beritasatu, Senin (19/4/2021). Maulana mengatakan Hannover Messe merupakan pameran teknologi terbesar di dunia yang berfokus terhadap isu teknologi, industri manufaktur, hingga penerapan teknologi pada revolusi 4.0, dan bertepatan pada tahun ini, Indonesia resmi menjadi partner country dalam perhelatan tersebut. Bepahkupi merupakan startup yang memiliki concern terhadap kesejahteraan petani kopi Indonesia, melalui edukasi yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas petani kopi agar kualitas kopi Indonesia dapat bersaing di skala Internasional. “Melalui konsep farmers to customer yang berkolaborasi dengan teknologi, Bepahkupi berupaya untuk memperbaiki rantai distribusi yang panjang demi melahirkan ekosistem pasar yang lebih luas,” kata Maulana. Disebutkan Bepahkupi yang didukung Kementerian Perindustrian dan Kementerian Pertanian dalam pengembangan startup-nya selalu berkomitmen untuk mengembangkan kopi organik yang tersertifikasi, dan mendistribusikannya ke pasar global. “Melalui ajang Hannover Messe ini, Bepahkupi terhubung dengan banyak pihak yang memiliki peran di bidang technology and food agriculture, serta berkolaborasi menciptakan produk yang berkualitas dan memilki pasar baru untuk dapat dinikmati oleh para konsumen di Indonesia maupun mancanegara,” paparnya. Ditambahkan aplikasi Bekafe dirilis dengan semangat untuk mendekatkan banyak gerai coffee shop dengan petani kopi Indonesia. Ke depannya, aplikasi Bekafe ini diharapkan mampu menjadi pusat investasi pertanian kopi di Indonesia. “Bekafe akan resmi beroperasi dan tersedia di Play Store/App Store pada Juli 2021 mendatang,” pungkasnya.

Read More ..
22-Dec-2021 Bepahkupi Masuki Pasar Asia Tengah Melalui Food Expo Kazakhstan
Berita

Bepahkupi Masuki Pasar Asia Tengah Melalui Food Expo Kazakhstan

Almaty, Kazakhstan, Bepahkupi masuki pasar Asia Tengah melalui Pameran Food Expo Kazakhstan. Pameran Food Expo Kazakhstan adalah salah satu pameran makanan minuman paling besar di Asia Tengah dan pameran ini diikuti oleh perusahan-perusahaan dari berbagai negara dari seluruh dunia. Bepahkupi memamerkan kopi Indonesia serta mengedukasi bagaimana kopi Indonesia dapat memiliki rasa yang unik serta menjelaskan keunggulan kopi Indonesia dan kualitas kopi Indonesia yang sangat baik. Kopi yang dipamerkan mulai dari Aceh Gayo. Kopi Jawa, Bali, Toraja serta beragam kopi dari seluruh Indonesia. Bepahkupi bertujuan memperkenalkan seluruh kopi Indonesia. Maulana Wiga, CEO Bepahkupi mengatakan, kopi Indonesia dapat bersaing dengan kopi-kopi dari negara lain. Kami melihat pasar kopi di Asia Tengah terutama negara Kazakhstan memiliki potensi yang cukup baik ke depannya. Maka karena itu Kazakhstan menjadi salah satu negara yang menjadi target market Bepahkupi. Dalam Pameran Food Expo Kazakhstan Bepahkupi di fasilitasi oleh KBRI Indonesia di Nursultan, Kazakstan. Bepahkupi juga disponsori oleh Bank CIMB Niaga sebagai salah satu bank yang mendukung karya anak bangsa serta Komunitas Kejar Mimpi Berani Bisnis menjadi salah satu pionir yang mendukung kesuksesan Bepahkupi dalam Food Expo Kazakhstan. Kopi Indonesia sangat berpotensi untuk bisa masuk ke pasar Asia Tengah karena trend kopi sedang berkembang dan memiliki masa depan yang cukup baik di negara Kazakhstan dan sekitarnya.

Read More ..
22-Dec-2021 Bepahkupi Tenant LPDB-KUMKM 2021 Ready to Export Coffee to Europ
Berita

Bepahkupi Tenant LPDB-KUMKM 2021 Ready to Export Coffee to Europ

Bepahkupi startup pertanian kopi lokal yang merupakan tenant dari Cubic Startup Incubator di Jawa Barat, akan ikut meramaikan ajang pertemuan investor dengan pengusaha yaitu Indonesia Fund Festival (IFF) 2021. Ajang ini merupakan kolaborasi antara LPDB-KUMKM sebagai satuan kerja Kementerian Koperasi dan UKM, MNC Group, Orbit Ventura Indonesia, dan Siger Hub dalam mempromosikan dan mengembangkan startup di Indonesia. Maulana Wiga Chief Executive Officer (CEO) Bepahkupi mengungkapkan, bisnis ini dimulai kerena melihat permasalahan yang dihadapi oleh petani kopi di Indonesia mulai dari edukasi yang rendah, kualitas dan produktivitas yang tidak stabil. "Kemudian akses pasar yang sulit membuat petani kopi di Indonesia tidak sejahtera. Maka oleh karena itu Bepahkupi hadir untuk bisa menyelesaikan masalah ini," ujar Wiga. Tak hanya itu, Wiga menambahkan, kehadiran Bepahkupi juga untuk meningkatkan daya saing bagi produk kopi lokal agar mampu merajai pasar internasional. Sebab, dengan pangsa pasar yang luas maka day saing meningkat dan  berdampak pada kesejahteran untuk petani kopi Indonesia. "Saat ini Bepahkupi telah bekerja sama dengan berbagai pihak untuk perlahan-lahan membentuk ekosistem kopi yang baik. Kerja sama yang telah dilakukan meliputi kerja sama dengan mitra petani, pemerintah daerah, Kementerian, buyer dalam dan luar negeri, investor serta berbagai stakeholder yang bergerak di bidang kopi," kata  Wiga. Kehadiran pandemi covid-19 juga memberikan tekanan yang berat bagi perkembangan bisnis Bepahkupi, berdiri pada 2019 dengan bermodalkan Rp500 juta Bepahkupi langsung dihadapkan oleh pandemi covid-19. "Pada situasi pandemi covid-19, hal ini membuat tingkat resiliensi Bepahkupi sangat di uji. Dimana dalam situasi ini Bepahkupi yang masih baru berdiri harus mampu beradaptasi dengan keadaan," tuturnya. Namun, hambatan tersebut tak membuat Bepahkupi redup dalam mengembangkan usahanya, Bepahkupi terus melakukan upaya dalam mengembangkan pasar kopi lokal untuk bersaing dengan kopi negara lain. Salah satunya, Bepahkupi mengikuti beberapa pameran nasional dan internasional seperti Specialty Coffee Expo 2021 di New Orleans, Food Expo Qazaqstan 2021 di Kazakhstan, Hannover Messe 2021 Jerman, Grocery and Specialty Food West (GSFW) 2021 Canada. Ekspor Kopi Lokal ke Pasar Global Saat ini produk Bepahkupi telah tersebar ke beberapa negara di belahan dunia seperti Jerman, Oman, Jepang, Inggris, Amerika, Kazakhstan dan Rusia, memiliki 5.000 petani kolaborasi, dan mengantongi sertifikat organik produk kopi lokal dengan luas lahan 5.100 hektar pertanian kopi. "Bepahkupi juga sudah menjalin kerja sama dengan beberapa buyer dari luar negeri seperti Bob Coffee yang berbasis di Rusia dan Pro Barista yang berbasis di Kazakhstan," ujarnya. Sementara itu, dari sisi omset bisnis, Bepahkupi mampu mencacatkan omset sebesar Rp50 juta per bulan dan akan mengalami peningkatan pada pertengahan dan akhir tahun setelah panen raya kopi. Dari sisi pemasaran, Bepahkupi melakukan pemasaran secara online dan offline. Untuk pemasaran secara offline lebih diutamakan untuk menjangkau target business to business (B2B) seperti mengikuti beberapa pameran secara langsung di berbagai tempat baik dalam dan luar negeri. "Sedangkan pemasaran online dilakukan lebih banyak untuk menjangkau target business to consumer (B2C) melalui berbagai strategi seperti penjualan melalui e-commerce, website, dan pengoptimalan penggunaan media sosial," tuturnya. Tak kalah penting, Bepahkupi juga turut mengikuti ajang IFF 2021 dalam rangka memperluas jaringan atau networking bisnis untuk semakin meningkatkan kapasitas usaha maupun kapasitas produksi Bepahkupi. Wiga berharap, dengan mengikuti ajang IFF 2021, Bepahkupi dapat meningkatkan kapasitas usaha agar semakin besar dan mendorong peningkatan daya saing produk kopi lokal di pasar internasional. "Harapannya bisnis kami bisa lebih besar dan juga mendapat partner agar bisnis kami semakin berkembang," katanya. Bepahkupi juga berencana untuk memanfaatkan dana investasi untuk program kolaborasi petani, ekspansi geografis, pemasaran digital, promosi, dan sumber daya manusia, hingga berkolaborasi dengan gerai kopi, hotel, dan kafe di Indonesia. Untuk informasi lebih lanjut mengenai Indonesia Fund Festival 2021 dan melihat tenant-tenant inkubator wirausaha LPDB-KUMKM kunjungi. https://inkubator.lpdb.id/iff2021/

Read More ..